Kamis, Oktober 8, 2026
spot_img
BerandaLiputan KhususVertical DigiMagz : DTG Strikes Back! Acara Keren Dari PrintMate Untuk Si...

Vertical DigiMagz : DTG Strikes Back! Acara Keren Dari PrintMate Untuk Si Penggila Kaos!

Tahun 2026 Ini Printmate Sangat Bersemangat Untuk Mengembalikan Masa Kejayaan DTG!

Printmate | Seminar DTG Strikes Back! Bersama RONIta dan MB T-Shirt!” Seminar dan workshop ini dipandu oleh Hendrik dan Ryan dari Printmate Indonesia dengan menghadirkan dua pembicara utama :

  • ​Imam Saroni : Pemilik RONIta Printing
  • ​Budi Setiawan: Kepala Produksi MB T-Shirt

​1. Latar Belakang & Rekam Jejak Pembicara

  • ​Imam Saroni (RONIta): Berlatar belakang Teknik Pertambangan ITB yang kemudian tertarik menjadi pengusaha digital printing sejak 2004, Mengawali langkah bisnis format besar dengan mesin HP DesignJet 160 pada 2006. RONIta dikenal fokus pada produk stiker dan sablon digital.
  • ​Budi (MB T-Shirt): Mengelola produksi konveksi dan sablon mengawali usaha dari sablon manual sejak 2006, kemudian bertransisi ke teknologi digital (DTG, DTF, sublimasi) seiring perkembangan tren pasar.

​2. Dinamika Industri: DTG vs. DTF

  • ​Perkembangan Pasar: Industri sablon digital sempat didominasi oleh Direct-to-Film (DTF) karena biaya yang lebih murah dan proses yang cepat. Namun, teknologi Direct-to-Garment (DTG) kembali bangkit (DTG Strikes Back) seiring inovasi mesin dan tinta.
  • ​Perbedaan Karakteristik Produk:
    • ​Pencetakan: DTG mencetak tinta langsung menembus serat kain, sedangkan DTF mencetak di atas lapisan tepung/perekat lem (powder/PET film)
    • ​Sensasi Pakai (Handfeel & Breathability): DTG menghasilkan sablonan yang menyatu dengan kain, tidak menyumbat pori-pori, serta terasa lebih adem dan nyaman Sebaliknya, DTF cenderung memblokir sirkulasi udara sehingga terasa lebih tebal dan hangat saat dipakai.
    • ​Segmen Pasar: DTF unggul di kecepatan dan efisiensi biaya, sementara DTG menyasar kualitas tinggi, kenyamanan, dan branding premium.

​3. Sesi Demo Pengujian Serapan Udara (Demo ASAP)

  • ​Tim penyelaras melakukan pengujian langsung menggunakan uap/asap yang dilewatkan melalui bahan kaos bertinta DTG vs. DTF :
    • ​Hasil DTG: Asap mampu menembus permukaan kaos hitam (yang dilapisi tinta dasar putih) maupun kaos putih secara lancar membuktikan sifat kain tetap bernapas (breathable).
    • ​Hasil DTF: Asap terhalang oleh lapisan PET film dan keluar dari sisi samping, menunjukkan pori-pori kain tertutup rapat.

​4. Inovasi & Efisiensi

  • ​Sistem Warna DTG Modern: Pembicara mengulas mesin DTG konfigurasi 9 warna dari Printmate (termasuk Orange dan Green) yang mampu mencetak warna cerah/neon tanpa hasil tampak redup (mendem) dibanding mesin 4 warna konvensional.
  • ​Efisiensi Produksi: Penggunaan mesin digital menghemat sumber daya manusia (SDM), memangkas area kerja, serta meminimalkan risiko kesalahan operator dibanding metode sablon manual yang membutuhkan banyak afdruk screen.
  • ​Peluang Eksplorasi Media: Pak Roni menyarankan untuk tidak membatasi DTG/DTF pada kaos polos saja, melainkan mengombinasikannya pada media nilai tambah tinggi seperti jaket denim (jeans) atau hoodie.

1. Kebangkitan & Keunggulan Teknologi DTG

  • ​Penguasaan Kembali Pasar (DTG Strikes Back): Setelah sempat redup, teknologi Direct-to-Garment (DTG) kembali menunjukkan potensinya di industri cetak kaos.
  • ​Kenyamanan & Breathability (Sirkulasi Udara):
    • ​DTG menggunakan tinta murni tanpa lapisan transfer film atau perekat tambahan.
    • ​Tinta DTG meresap langsung ke dalam pori-pori serat kain.
    • ​Hal ini membuat kain tetap memiliki sirkulasi udara (breathable) sehingga nyaman dan tidak terasa panas saat dipakai/berkeringat.
  • ​Perbandingan Singkat DTG vs DTF:
    • ​Cetakan DTG menyatu dengan serat kain.
    • ​DTF (Direct-to-Film) menyisakan lapisan perekat/tinta putih di atas kain yang memblokir pori-pori.

​2. Karakteristik & Pemilihan Kain

  • ​Kain sebagai Dasar Hasil Cetak: Kualitas cetak DTG sangat ditentukan oleh bahan dasar kain (cotton/katun).
  • ​Bahan Katun vs Polyester:
    • ​DTG secara umum optimal digunakan pada bahan 100% Cotton (baik tipe sulfur maupun reactive)
    • ​Kain berbahan dasar polyester/plastik membutuhkan perlakuan atau tinta khusus agar tinta tidak luntur/meluncur.
  • ​Permukaan Kain Berbulu:
    • ​Kain katun yang permukaannya berbulu akan menurunkan kualitas hasil cetak DTG.
    • ​Disarankan menggunakan kain katun yang sudah melalui proses pencukuran/pembakaran bulu (singeing).

​3. Tips & Rekomendasi untuk Pemula

  • ​Cari Distributor Kain Terpercaya: Hindari membeli kain reject atau kain tanpa standar ketebalan (gramasi), rajutan, dan tingkat penyusutan yang jelas.
  • ​Lakukan Uji Coba (Trial/Demo): Selalu tes kombinasi antara mesin, jenis cairan pretreatment/coating, dan karakter kain sebelum memulai produksi.
  • ​Pahami Industri Kain & Cetak Digital secara Seimbang: Sukses di bisnis cetak kaos membutuhkan pemahaman ganda—baik dari sisi material tekstil maupun dari sisi operasional mesin digital.

Testimoni dari Imam Syaroni (pemilik RONIta Digital Printing) mengenai penggunaan mesin Shenlan DTG di Printmate Exclusive Exhibition.

1. Kesan Pertama & Kualitas Warna

  • ​Impresif dengan Hasil Warna: Pak Imam terkesan dengan hasil cetakan warna dari mesin Shenlan DTG.
  • ​Teknologi 9 Warna: Mesin ini menggunakan konfigurasi 9 warna, yang sesuai dengan standar RONIta Digital Printing agar warna yang dihasilkan lebih tajam dan cerah (ngejreng)

​2. Pengaplikasian & Produk Fokus

  • ​Fokus Layanan: RONIta menggunakan mesin ini untuk meneruskan dan memfokuskan layanan cetak kaos custom berbasis Direct-to-Garment (DTG).
  • ​Shift Teknis: Beralih fokus dari metode sebelumnya (seperti DTF atau printable) ke DTG 9 warna untuk segmen produk custom apparel.

​3. Pengujian Kualitas & Daya Tahan

  • ​Percaya Diri Menjual: Sebelum memutuskan untuk membeli, pihak RONIta telah melakukan serangkaian pengujian kualitas seperti uji cuci (wash test), pengeringan (drying), hingga setrika.
  • ​Pengamatan 1 Tahun: RONIta telah memantau perkembangan mesin dan komitmen vendor Printmate selama 1 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk mengambil unit tersebut.

​Informasi Tambahan:

Di akhir video disampaikan bahwa pameran Printmate Exclusive Exhibition menampilkan lebih dari 20 jenis mesin industri digital printing (termasuk mesin UV dan rotari) yang berlokasi di Harris Convention Hall Bekasi.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments